PF_Header_Galaxy_S25_Ultra_1440X

Polemik Kelas Baru SMKN 1 Abung Selatan, Dugaan Pungutan Dana Komite Berbarengan dengan DAK Fisik 2024

IMG-20250726-WA0023

SABURAITV.COM – Oknum Kepala Sekolah SMKN 1 Abung Selatan diduga telah membohongi sejumlah wali murid terkait pungutan dana komite tahun 2024 yang disebutkan digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas baru.

Menurut keterangan wali murid kelas XI menyatakan, mereka diminta membayar dana komite dengan dalih untuk penambahan dua lokal kelas sebagai penunjang pendidikan di sekolah tersebut.

“Rapat komite itu menyuruh kami ikut sumbangan Rp1,8 juta karena alasan akan membangun dua kelas baru dan bangunan lainnya,” ujar seorang wali murid yang meminta namanya tidak disebutkan, belum lama ini.

Karena terkendala kemampuan ekonomi, pihak sekolah memperbolehkan pembayaran secara dicicil hingga lunas. “Saya membayar cicilan sekolah tiga kali sampai lunas. Orang tua yang lain juga sama seperti itu,” lanjutnya.

Hal serupa diungkapkan sejumlah siswa saat ditemui di lingkungan sekolah. Mereka mengaku, ketika kelas X hanya membayar Rp1,5 juta, tetapi saat kenaikan ke kelas XI, orang tua mereka dikumpulkan dalam rapat komite sekolah. Pada saat itu, uang komite naik menjadi Rp1,8 juta dengan alasan pembangunan gazebo dan ruang kelas baru.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ruang kelas baru yang saat ini telah digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar justru berasal dari pembangunan dengan sumber anggaran APBN DAK Fisik 2024.

Bahkan pihak sekolah melalui Humas SMKN 1 Abung Selatan, Tuti Srimaryati, mengakui ruang kelas baru tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“(Bangunan kelas) bantuan dari provinsi tahun 2024 kemarin,” jelasnya.

Namun, Tuti tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyarankan langsung menemui kepala sekolah. “Kalau ada pertanyaan-pertanyaan lain, lebih baik nanti langsung bertemu dengan kepala sekolah saja. Karena saya tidak punya kewenangan penuh,” ujarnya, Jumat, 25 Juli 2025 kemarin.

Sementara, Kepala Sekolah Nanang saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp tidak merespons panggilan maupun pesan yang dikirimkan ke nomor +62 853-6968-38xx. (Wan)

Sumber

Posted in